Bentuk-bentuk Relasi Masyarakat Hindu dan Islam pada Suku Tengger Desa Ngadisari Kabupaten Probolinggo: Komunikasi dalam Kerukunan
DOI:
https://doi.org/10.35719/icon.v1i1.52Keywords:
Tengger Tribe, Islam , Hinduism , Communication , HarmonyAbstract
Kerukunan antar umat beragama merupakan hal yang diinginkan di berbagai tempat dan waktu. Komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam kehidupan sosial manusia, terutama dalam konteks keberagaman budaya. Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan agama menjadi fondasi bagi kerukunan antar umat beragama. Namun, beberapa daerah masih mengalami konflik agama. Di Desa Ngadisari, wilayah Gunung Bromo, terdapat kerukunan antara umat beragama Islam dan Hindu yang patut diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi dan strategi yang digunakan oleh masyarakat Agama Islam dan Agama Hindu dalam menjaga kerukunan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat suku Tengger menggunakan pola komunikasi primer dan sirkuler untuk membangun solidaritas sosial. Pendekatan yang digunakan dalam menciptakan kerukunan antara umat beragama adalah menghargai dan bersikap toleran, serta melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan kedua agama tersebut.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Icon: Islamic Communication and Contemporary Media Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.